• KATA PENGANTAR

    Dalam upaya peningkatan mutu sumberdaya manusia Indonesia agar mampu bersaing pada percaturan regional dan internasional, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan berbagai peraturan turunannya, merupakan indikasi yang sangat nyata upaya Pemerintah Indonesia dalam peningkatan mutu sumberdaya manusia agar mampu bersaing dalam era keterbukaan dan globalisasi.

    Salah satu implikasi yang melekat pada Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang merupakan realisasi dari peraturan-peraturan perundangan tersebut dapat diukur dari Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/Sederajat pada tahun ajaran 2016/2017 mencapai 102,08%. Dengan pencapaian APK di atas, maka orientasi pembinaan pendidikan pada jenjang SMP lebih ditekankan pada peningkatan mutu pendidikan.

    Untuk itu, Direktorat Pembinaan SMP telah menyusun berbagai kebijakan dan strategi yang kemudian dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi. Kebijakan dan program tersebut, diharapkan dapat menunjang misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, baik terkait dengan perluasan akses pendidikan, mutu dan daya saing, maupun tata kelola penyelenggaraan pendidikan.

    Kebijakan dan strategi Direktorat Pembinaan SMP dilaksanakan oleh subdirektorat yang ada di Direktorat SMP, yaitu Subdirektorat Program dan Evaluasi, Subdirektorat Kurikulum, Subdirektorat Peserta Didik, dan Subdirektorat Sarana dan Prasarana.

  • SUB BAG TATA USAHA

    Sub bagian tata usaha bertugas memberikan pelayanan teknis dan administrasi kepada semua satuan unit di bidang ketatausahaan mencakup perencanaan, pelaporan, kepegawaian, keuangan rumah tangga, keprotokoleran, perlengkapan serta peralatan kantor.

    Dalam melaksanakan tugas pokok, Sub bagian tata usaha menyelenggarakan fungsi diantaranya untuk menyiapkan kebijakan teknis, pemberian dukungan atas penyelenggaraan tugas pokok. Dan melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas pokok.

    Kepala sub bagian tata usaha dalam menyelenggaraan fungsinya mempunyai tugas untuk mempelajari peraturan perundang-undangan dan ketentuan lainnya, mengumpulkan dan mengelolah data tata usaha dan kerumah tanggan, mengelola dan menyelesaikan proses persuratan dan beberapa tugas lainnya.

  • SUB DIREKTORAT PROGRAM DAN EVALUASI

    Sub Direktorat Program dan Evaluasi memiliki tugas untuk melaksanakan penyusunan bahan perumusan kebijakan, program dan anggaran, kerja sama, pemberdayaan peran serta masyarakat serta evaluasi pelaksanaan program dan anggaran.

    Keberhasilan suatu program akan sangat bergantung dari kualitas perencanaan dan pengawasan. Oleh sebab itu untuk memnuhi target tata kelola, akuntabilitas dan citra publik pengelolaan pendidikan, kegiatan monitoring dan evaluasi program perlu dilaksanakan.

    Program yang termasuk program priorotas pembangunan pendidikan SMP adalah Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

    Program BOS adalah bantuan yang diberikan kepada sekolah negeri dan swasta untuk membantu pembiayaan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan usaha sekolah dalam meningkatkan mutu dan akses pendidikan. Jumlah dana BOS menjangkau hampir 100% dari total siswa SMP di seluruh Indonesia.

    Pemerintah juga kembali mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk jenjang SMP. DAK SMP difokuskan pada peningktanan sarana dan prasarana SMP di seluruh Indonesia.

  • SUB DIREKTORAT SARANA DAN PRASARANA

    Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 195 pasal 31, bahwa setiap warga negera berhak mendapatkan pendidikan. Pendidikan merupakan faktor utama dalam menentukan kemajuan bangsa.

    Berbagai upaya telah ditempuh Sub Direktorat Sarana dan Prasarana untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan diantaranya melalui perbaikan dan penyediaan infrastruktur fisik ruang kelas dan gedung sekolah

    Program Unit Sekolah Baru menjadi jawaban Kementrerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam melakukan pemerataan pendidikan ke seluruh Indonesia terutama daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

    Bantuan ini difokuskan bagi daerah-daerah yang memiliki Angka Partisipasi Pendidikan (APK) rendah.

    Selain itu pula, Direktorat Pembinaan SMP telah mengalokasikan anggaran untuk melakukan rehabilitasi ruang belajar yang mengalami kerusakan sedang maupun berat. Proses pelaksanaan program rehabilitasi ini pun dilaksanakan secara lebih selektif agar bantuan dapat diberikan kepada sekolah yang sangat membutuhkan.

    Kondisi rusaknya ruang belajar tentunya membuat proses belajar mengajar menjadi kurang kondusif. Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi patut menjadi perhatian karena sebagian besar aktifitas siswa di sekolah berada di ruang belajar tersebut.

  • SUB DIREKTORAT KURIKULUM

    Sub Direktorat Kurikulum pun menjadi komponen yang penting dalam pendidikan, sebab akan menjadi panduan yang akan memandu dan membawa ke arah mana pendidikan itu ke depan. Dengan kurikulum proses pendidikan akan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

    Kurikulum memiliki tiga peranan yang sangat menentukan tujuan pendidikan yaitu peranan konservatif, peranan kreatif serta peranan kritis dan evaluative.

    Hal ini yang telah dipersiapkan oleh subdirektorat Kurikulum Direktorat Pembinaan SMP.

    Standar Kompetensi Lulusan (SKL) menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan pendidikan. SKL juga menjadi acuan yang digunakan dalam melakukan pengukuran dan penilaian capaian kompetensi lulusan pada Satuan Pendidikan. Ada 3 mekanisme dalam pengukuran dan peniliaian yaitu Ujian Nasional, Ujian Sekolah, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional.

    Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran SMP.

  • SUB DIREKTORAT PESERTADIDIK

    Untuk mewujudkan kegiatan tersebut, khususnya Sub Direktorat Peserta Didik, telah disusun berbagai kebijakan dan strategi yang dijabarkan dalam bentuk program dan dilaksanakan secara terpadu dan terkordinasi, baik di tingkat sekolah, kabupaten/kota, dan provinsi, maupun di tingkat nasional. Kegiatan ini merupakan wahana efektif untuk menumbuhkan karakter, budi pekerti dalam bidang sains, olahraga, seni dan penelitian. Bentuk kegiatan tersebut antara lain meliputi kegiatan nasional dan internasional.

    Kegiatan nasional antara lain: Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN), Lomba Penelitian Siswa Nasional (LPSN), Program Kelas Olahraga, Program Beasiswa Bakat dan Prestasi, Gala Siswa Indonesia.

    Sedangkan kegiatan internasional antara lain: 1. International Mathematics Competition (IMC), 2. International Karate Open Master, 3. International Junior Science Olympiad (IJSO).

    Tidak hanya itu saja, Program Indonesia Pintar juga menjadi prioritas dalam usaha untuk menekan angka putus sekolah siswa SMP. Direktorat Pembinaan SMP memberikan bantuan berupa dana kepada siswa untuk memenuhi kebutuhan biaya pribadi peserta didik.

    Kebutuhan biaya pribadi pesertadidik meliputi: pembelian seragam, pembelian buku dan alat tulis, trenasportasi ke sekolah, uang saku. Dengan bantuan PIP ini diharapkan dapat mengurangi resiko siswa miskin dari putus sekolah karena kesulitan ekonomi. Melalui program ini juga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama (equal opportunity) kepada siswa miskin agar dapat tetap bersekolah.

  • BAKAT PRESTASI DAN PROGRAM INDONESIA PINTAR

    Wahana Efektif Menumbuhkan Karakter dan Budi Pekerti

  • UNIT SEKOLAH BARU, REHABILITASI RUANG

    Daerah 3T dan Daerah APK Rendah

  • STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL)

    Konservatif, Kreatif, Kritis dan Evaluatif

  • PROGRAM BOS DAN DANA ALOKASI KHUSUS

    Konservatif, Kreatif, Kritis dan Evaluatif